
MTsN 1 Aceh Besar kembali menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu, 19 November 2025. Kegiatan yang dimulai pukul 09.50 WIB ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan suasana kebersamaan yang kuat. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di lingkungan madrasah dan menjadi momentum penting bagi seluruh warga MTsN 1 Aceh Besar untuk meneguhkan cinta kepada Rasulullah, memperkuat nilai adab, serta menghidupkan tradisi islami yang penuh keberkahan.
Awal Acara: Suasana Haru dalam Penyerahan Santunan kepada Siswa Yatim
Acara Maulid dimulai dengan penyerahan santunan kepada siswa yatim oleh Kepala MTsN 1 Aceh Besar, Aizuddin S.Pd.I. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang yang selalu dijaga dalam lingkungan madrasah. Prosesi berlangsung dengan penuh haru, memberikan pesan kuat tentang pentingnya saling berbagi dan menguatkan solidaritas di antara warga madrasah.
Setelah penyerahan santunan, acara dipandu oleh dua MC, yaitu Nur Afni dan Fikra Amalia, yang membawakan jalannya kegiatan dengan baik dan teratur. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Khairun Nisa menjadi pembuka yang memberikan ketenangan dan mempertegas suasana religius Maulid tahun ini.

Tausiah Utama: Menghidupkan Syukur, Akhlak, dan Dua Peninggalan Rasulullah
Tausiah disampaikan oleh Abah Rustandi Qamaruddin S.Pd.I, yang memberikan ceramah dengan gaya penyampaian yang lembut, komunikatif, dan mudah dipahami oleh siswa. Dalam ceramahnya, Abah Rustandi mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri nikmat Allah, terutama nikmat akal dan kesempurnaan penciptaan manusia sebagaimana dijelaskan dalam Surah At Tin.
Beliau menegaskan bahwa akal yang diberikan Allah adalah anugerah besar yang memungkinkan manusia berpikir, belajar, bersosialisasi, dan menata hidup dengan baik. Karena itu, siswa harus memanfaatkan akal dengan sebaik-baiknya melalui belajar, menjaga adab, dan menjauhi perbuatan tercela. Kesempatan belajar di MTsN 1 Aceh Besar, menurut beliau, adalah nikmat besar yang tidak dimiliki semua orang.
Abah Rustandi juga mengajak siswa memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan ini diwujudkan melalui memperbanyak selawat, mengenal Nabi dan keluarganya, serta meneladani akhlak beliau. Beliau mengingatkan bahwa siapa yang berselawat sekali akan dibalas Allah dengan sepuluh kali rahmat. Mengabaikan selawat berarti mengabaikan salah satu rukun salat yang wajib.
Dalam bagian penting ceramahnya, Abah Rustandi menekankan bahwa Rasulullah meninggalkan dua wasiat besar bagi umatnya, yaitu Al Qur’an dan Hadis. Dua pedoman ini harus dijaga dan diamalkan agar manusia tidak tersesat di dunia dan akhirat. Beliau mengajak siswa membiasakan membaca Al Qur’an setiap hari, menjaga salat lima waktu, memperbanyak istighfar, bersedekah, serta melaksanakan salat sunnah seperti dhuha dan tahajud.
Beliau juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman. Kebersihan bukan hanya fisik, tetapi juga kebersihan hati, pikiran, dan akhlak. Beliau menekankan bahwa Rasulullah selalu berusaha menyenangkan orang lain (daimal bisri) dan tidak pernah membuka aib sesama (wala ayyabin). Sikap ini harus menjadi teladan bagi siswa agar menjauhi perundungan, menghargai teman, dan membangun hubungan sosial yang baik.
Gotong Royong dan Keterlibatan Semua Elemen Madrasah
Keberhasilan pelaksanaan Maulid tahun ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh warga MTsN 1 Aceh Besar. Kepala madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, para siswa, hingga pengurus OSIM dan seluruh anggotanya bahu-membahu menyiapkan setiap detail acara. Mereka terlibat mulai dari persiapan tempat, konsumsi, dekorasi, penyambutan tamu, hingga dokumentasi.
Panitia menyediakan satu ekor sapi yang diolah menjadi kuah beulangong, hidangan khas Aceh yang menjadi bagian penting dalam tradisi Maulid. Para guru juga turut membawa berbagai jenis kue dan hidangan ringan sehingga suasana Maulid dipenuhi rasa kebersamaan dan kegembiraan. Ruang kelas IX disulap menjadi ruang makan untuk tamu undangan, sementara mushala menjadi lokasi utama berlangsungnya ceramah dan zikir.

Kehadiran Tamu dan Dukungan dari Berbagai Lembaga
Kegiatan Maulid tahun ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H. Saifuddin S.E, yang hadir bersama istri beliau, Ketua DWP Kankemenag sekaligus Bunda Inklusi Aceh Besar. Selain itu, jajaran Kankemenag Aceh Besar juga turut menghadiri acara tersebut.
Acara semakin meriah dengan kehadiran para tamu dari berbagai madrasah di Aceh Besar, termasuk kepala MI, MTs, MA, perwakilan OSIM, serta delegasi dari sekolah sekitar. Kehadiran para tamu ini menambah semangat bagi siswa dan mempererat hubungan kerja sama antar lembaga pendidikan di Aceh Besar.
Penutup: Maulid sebagai Momentum Pembinaan Akhlak dan Spirit Kebersamaan
Secara keseluruhan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MTsN 1 Aceh Besar tahun ini berlangsung sukses, semarak, dan sarat nilai. Selain menjadi ajang memperkuat spiritualitas siswa, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun karakter mulia.
Melalui kegiatan Maulid ini, MTsN 1 Aceh Besar berharap seluruh siswa semakin mencintai Rasulullah, menjaga Al Qur’an dan Hadis, memperbaiki akhlak, serta menghidupkan adab dalam kehidupan sehari-hari. Madrasah berkomitmen terus menghadirkan program yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan spiritual yang utuh.