0 Comments

Aceh Besar – MTsN 1 Aceh Besar mendapat kunjungan istimewa dari Bunda Inklusi Aceh Besar, Hj. Yasmaidar, SE, pada Selasa (26/08/2025). Kehadiran beliau bersama rombongan bertujuan untuk memantau kondisi awal serta kesiapan madrasah dalam mengembangkan layanan pendidikan inklusi bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Kegiatan berlangsung di ruang kepala madrasah dan disambut hangat oleh Kepala MTsN 1 Aceh Besar, Aizuddin, S.Pd.I. Turut hadir mendampingi, Ketua Pokjawas Aceh Besar, Rosyidah Lubis, S.Ag., M.A., Pengawas MTs, Darwati, S. Ag, Pengawas MI, Khairuddin, S.Pd.I., serta Kepala Tata Usaha MTsN 1 Aceh Besar, Indriani, S.Pd.

Dalam arahannya, Hj. Yasmaidar menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari langkah awal sebelum penerapan layanan inklusi secara menyeluruh di madrasah. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama agar para guru dan tenaga kependidikan siap menghadirkan suasana belajar yang ramah dan adaptif.

“Kita semua sedang mempersiapkan pondasi yang kuat agar nantinya layanan inklusi bisa berjalan maksimal. Yang terpenting sekarang adalah menumbuhkan pemahaman dan kepedulian bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan sesuai kebutuhannya,” ungkap Hj. Yasmaidar.

Kepala MTsN 1 Aceh Besar, Aizuddin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, pemantauan ini menjadi motivasi berharga untuk terus meningkatkan kapasitas guru dalam menghadapi keberagaman siswa.

“Kami menyadari bahwa ini masih tahap persiapan. Namun, dengan adanya perhatian dari Bunda Inklusi, pengawas, dan Pokjawas, kami semakin yakin untuk melangkah lebih matang dalam menyusun strategi layanan inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, Rosyidah Lubis, S.Ag., M.A., selaku Ketua Pokjawas Aceh Besar menegaskan bahwa keberhasilan layanan inklusi membutuhkan dukungan menyeluruh dari semua pihak. Ia memastikan Pokjawas akan terus mendampingi madrasah dalam proses persiapan ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Dra. Darwati sebagai pengawas MTs yang menekankan pentingnya keterampilan guru dalam membaca kebutuhan siswa, serta Khairuddin, S.Pd.I. sebagai pengawas MI yang mengingatkan bahwa pendidikan inklusi adalah wujud kepedulian bersama, bukan sekadar kewajiban administrasi.

Selain itu, Indriani, S.Pd. selaku Kepala Tata Usaha MTsN 1 Aceh Besar, menyatakan kesiapan pihak TU untuk mendukung kebutuhan administrasi dalam persiapan layanan inklusi di madrasah.

Kegiatan pemantauan diakhiri dengan dialog interaktif. Para pendamping memberikan masukan terkait strategi awal yang bisa dilakukan guru, mulai dari pengenalan karakter siswa hingga penyesuaian metode pembelajaran.

Dengan kunjungan ini, MTsN 1 Aceh Besar diharapkan semakin siap melangkah menuju madrasah yang inklusif, ramah, dan mampu merangkul semua peserta didik, meski saat ini masih dalam tahap persiapan.

#Madrasahhebat
#siswainklusi
#Bundainkulusi
#Madrasahmajubermutumendunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts