
MTsN 1 Aceh Besar kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya demokrasi yang sehat dan mendidik melalui rangkaian pemilihan Ketua OSIM periode 2026 2027. Kegiatan yang berlangsung pada Februari 2026 ini menjadi momentum penting dalam membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab, serta kedewasaan berpikir di kalangan siswa.

Proses diawali dengan debat kandidat yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 di lapangan madrasah. Lima calon ketua OSIM tampil menyampaikan visi dan misi terbaik mereka di hadapan warga madrasah. Kelima kandidat tersebut adalah Abellia Hamdali, Aisaha Alifa Bria, Duratul Hikmah, Khansa Maulidia, dan Ikmal Syaraf sebagaimana tercantum dalam poster resmi Kandidat Calon Ketua OSIM Tahun 2026 MTsN 1 Aceh Besar Poster Calon OSIM Tahun 2026. Debat berlangsung dinamis dengan menghadirkan enam panelis yang menggali gagasan, program kerja, serta kesiapan para calon dalam memimpin organisasi siswa.
Berbagai gagasan yang disampaikan para kandidat menitikberatkan pada penguatan nilai kedisiplinan, peningkatan kegiatan keagamaan, pengembangan potensi dan kreativitas siswa, serta upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan kondusif. Antusiasme siswa terlihat dari keseriusan mereka menyimak setiap pemaparan serta partisipasi aktif dalam seluruh tahapan kegiatan.

Pemungutan suara dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026 secara tertib dan transparan. Seluruh siswa menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab. Hasil penghitungan suara menetapkan Ikmal Syaraf sebagai Ketua OSIM MTsN 1 Aceh Besar periode 2026 2027.
Pelantikan pengurus OSIM periode baru dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026 di lapangan madrasah. Kepala MTsN 1 Aceh Besar, Aizuddin, S.Pd.I secara langsung melantik kepengurusan yang baru. Pada kesempatan yang sama, beliau juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada pengurus OSIM periode sebelumnya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam menjalankan amanah organisasi.

Pembina OSIM, Yusriadi, S.Pd menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru mampu bekerja lebih aktif, solid, dan inovatif dalam membangun madrasah. Ia berharap OSIM terus berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam akhlak, kedisiplinan, dan semangat berprestasi.
Seluruh rangkaian kegiatan ini terlaksana berkat sinergi yang baik antara pembina OSIM, dewan guru, serta tenaga kependidikan. Melalui proses demokrasi yang edukatif dan berintegritas ini, MTsN 1 Aceh Besar kembali menegaskan perannya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda.