0 Comments

Program Kegiatan P5: Pembuatan Pupuk Kompos

Indrapuri, 31 Oktober 2025 — Halaman MTsN 1 Aceh Besar tampak ramai dan penuh semangat pada Jumat pagi saat para siswa mengikuti kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Pembuatan Kompos Ekstra Media.” Kegiatan yang dimulai pukul 09.20 WIB ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan keterampilan berbasis praktik nyata.

Kegiatan ini dikoordinir oleh Tim Adiwiyata MTsN 1 Aceh Besar dan melibatkan sejumlah guru pendamping, antara lain Yusriadi, S.Pd., Yusliana, S.Pd.I., serta para guru pengampu mata pelajaran P5. Mereka bersama-sama membimbing siswa dalam proses pembuatan kompos, mulai dari penyiapan bahan, pencampuran, hingga proses fermentasi awal. Setiap tahap disertai penjelasan ilmiah sederhana agar siswa memahami fungsi dan manfaat dari masing-masing bahan yang digunakan.

Adapun bahan utama yang digunakan meliputi pupuk kandang, dedaunan kering, sekam padi, cacahan batang pisang, pupuk cair organik, dan oktabakter. Semua bahan dicampur secara proporsional untuk menghasilkan pupuk kompos alami yang ramah lingkungan dan bernilai guna tinggi. Para siswa tampak bersemangat menuangkan bahan dari karung ke atas terpal biru yang telah disiapkan, lalu mencampurnya sambil mendengarkan arahan dari guru.

Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat kompos, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kerja sama, gotong royong, dan tanggung jawab sosial. Siswa yang mengenakan pakaian olahraga dan seragam pramuka bekerja dalam kelompok, saling membantu, dan berinteraksi aktif dengan guru pendamping. Para guru turut mendokumentasikan proses kegiatan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang berkelanjutan.

Koordinator Tim Adiwiyata menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari implementasi kurikulum berbasis karakter di madrasah. “Proyek P5 ini mengajarkan siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan. Mereka belajar langsung bagaimana mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” ujarnya.

Menariknya, hasil kompos yang diolah oleh siswa tidak hanya akan digunakan untuk menyuburkan taman dan tanaman di lingkungan madrasah, tetapi juga akan dikemas dalam karung berukuran 5 kilogram dengan label madrasah sebagai produk ramah lingkungan karya siswa. Rencana ke depan, kompos hasil karya tersebut akan dipasarkan ke masyarakat sekitar sebagai bagian dari kegiatan kewirausahaan lingkungan yang mendukung program Madrasah Adiwiyata.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa MTsN 1 Aceh Besar tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Melalui praktik sederhana seperti pembuatan kompos, siswa belajar tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam, mengelola limbah organik, dan menumbuhkan tanggung jawab terhadap bumi yang mereka tinggali.

Dengan semangat Madrasah Sehat, Madrasah Hebat, dan Bermartabat, MTsN 1 Aceh Besar terus berkomitmen untuk melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan lingkungan — generasi yang tidak hanya cerdas berpikir, tetapi juga peduli dan berkontribusi nyata untuk keberlanjutan bumi.

Reporter: Tim Humas MTsN 1 Aceh Besar
Editor: Arinal Haqqiyah Ahmad
Foto: Dokumentasi Guru Adiwiyata MTsN 1 Aceh Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts