
Jantho, 30 Oktober 2025 — Dua guru dari MTsN 1 Aceh Besar, yakni Arinal Haqqiyah Ahmad, S.Pd.I., M.Pd. dan Nuzulidar, S.Pd., M.Pd., berhasil terpilih sebagai peserta 40 besar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPKA) Kabupaten Aceh Besar di Kota Jantho.
Kegiatan yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar, Kota Jantho, ini diikuti oleh para pendidik, pustakawan, dan pegiat literasi dari berbagai sekolah dan madrasah di Aceh Besar. Dari ratusan naskah yang dikirimkan pada tahap awal, hanya 40 karya terbaik yang dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti tahap finalisasi naskah. Nantinya, karya para peserta terpilih akan dibukukan dan diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai bagian dari program penguatan literasi daerah dan pelestarian budaya lokal.
Bimtek ini bertujuan menumbuhkan semangat menulis di kalangan masyarakat, khususnya kalangan pendidik, agar dapat mengangkat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Aceh dalam bentuk karya tulis yang inspiratif, mendidik, dan berdaya literasi tinggi. Melalui kegiatan ini, para peserta dibimbing untuk memperkuat teknik penulisan, penyuntingan naskah, serta pemahaman akan esensi budaya lokal sebagai sumber pembelajaran dan refleksi sosial.
Pada sesi finalisasi naskah yang dilaksanakan Kamis, 30 Oktober 2025, peserta mendapatkan arahan langsung dari dua narasumber berpengalaman, yaitu Hermansyah, M.Th., M.Hum. — dosen, peneliti budaya, dan penulis produktif asal Aceh — serta Siti Aminah, S.IP., MLS., pustakawan dan pegiat literasi yang aktif dalam pengembangan karya budaya berbasis masyarakat.
Kedua narasumber ini menekankan pentingnya menjaga keaslian nilai budaya Aceh, menggali potensi lokal, dan menyajikannya dalam bentuk tulisan yang komunikatif serta menggugah pembaca.
Selama kegiatan berlangsung, suasana Bimtek dipenuhi semangat belajar dan antusiasme tinggi. Peserta tampak aktif berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta memperkaya pemahaman mengenai budaya lokal dan metode penyusunan karya tulis yang baik. Para peserta juga mendapat kesempatan untuk mempresentasikan naskah masing-masing dan menerima masukan konstruktif langsung dari para narasumber.
Perwakilan MTsN 1 Aceh Besar, Arinal Haqqiyah Ahmad, S.Pd.I., M.Pd., menulis naskah berjudul “Masjid Tuha Indrapuri: Jejak Hindu yang Bersemi Menjadi Masjid Bersejarah”. Karya ini menggambarkan bagaimana nilai-nilai sejarah dan budaya Aceh dapat diangkat menjadi sumber pembelajaran lintas disiplin di madrasah. Sementara itu, Nuzulidar, S.Pd., M.Pd., mengangkat karya bertajuk “Integrasi Keuneunong Tradisi Leluhur Aceh pada Pembelajaran Matematika”, yang memadukan nilai budaya dalam konteks pembelajaran modern di ruang kelas
Kepala MTsN 1 Aceh Besar, Aizuddin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas capaian dua guru tersebut yang telah membawa nama baik madrasah melalui karya tulis berbasis budaya lokal. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena menumbuhkan semangat menulis dan cinta budaya di kalangan guru. Karya mereka bukan hanya memperkaya khazanah literasi Aceh, tetapi juga menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk mengenal warisan budaya melalui pendekatan ilmiah dan kreatif,” ujarnya.
Program Bimtek Kepenulisan Budaya Lokal ini juga menjadi bagian dari strategi DPKA Aceh Besar dalam menghidupkan ekosistem literasi daerah. Dengan menggandeng para pendidik dan pegiat literasi, kegiatan ini diharapkan dapat mencetak lebih banyak penulis yang mampu mendokumentasikan nilai-nilai budaya lokal dalam bentuk tulisan yang berkualitas dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Melalui keterlibatan guru-guru MTsN 1 Aceh Besar dalam kegiatan ini, madrasah menunjukkan perannya yang aktif dalam mengembangkan literasi, melestarikan budaya, dan menanamkan kecintaan terhadap nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi. Semangat menulis dan berkarya yang lahir dari kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi guru dan siswa lainnya untuk terus berkarya demi kemajuan pendidikan dan budaya Aceh.
Reporter: Tim Humas MTsN 1 Aceh Besar
Editor: Arinal Haqqiyah Ahmad
Foto & Dokumen: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar