0 Comments

Dalam upaya memperkuat implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Kurikulum Merdeka, MTsN 1 Aceh Besar sukses menggelar kegiatan belajar di luar kelas melalui program “Jelajah Edukasi 2026” pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema besar Belajar, Berpetualang, dan Menambah Wawasan ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata, kontekstual, dan menyenangkan bagi para peserta didik di luar lingkungan madrasah.
Sebanyak 13 kelas yang berasal dari jenjang kelas VII dan kelas VIII diberangkatkan secara terkoordinasi dengan menggunakan armada 12 bus pariwisata. Demi menjaga ketertiban, keamanan, serta memastikan tercapainya tujuan instruksional dari program ini, pihak madrasah menerjunkan 12 tim pendamping khusus yang terdiri dari dewan guru dan tenaga kependidikan untuk mengawal langsung setiap kelompok armada. Keberangkatan rombongan besar ini dilepas secara resmi dengan dukungan penuh dari Kepala Madrasah, Aizuddin, S.Pd.I.
Berbeda dengan perjalanan wisata biasa, program Jelajah Edukasi P5 ini dikemas dengan pendekatan saintifik dan literasi aktif. Sebelum menaiki armada masing-masing, seluruh siswa telah dibekali dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dibagikan oleh guru pendamping. LKPD ini berfungsi sebagai panduan belajar mandiri yang berisi rangkaian tugas pengamatan, pertanyaan pemantik, serta kolom analisis kritis terkait situs-situs sejarah dan budaya yang mereka kunjungi. Seluruh hasil pengamatan yang dituangkan dalam LKPD tersebut wajib dikumpulkan kembali kepada guru pendamping masing-masing setelah seluruh rangkaian perjalanan selesai sebagai instrumen penilaian autentik performa siswa.

Rute perjalanan edukatif ini dibagi secara terstruktur guna menyesuaikan dengan target capaian projek di setiap jenjang. Untuk peserta didik kelas VII, fokus penjelajahan diarahkan pada penguatan aspek sejarah dan budaya lokal dengan mengunjungi Museum Aceh dan Museum Tsunami Aceh. Melalui pengamatan langsung di kedua lokasi bersejarah ini, para siswa ditantang untuk mengisi LKPD terkait nilai-nilai kebencanaan, sejarah perjuangan rakyat Aceh, serta kearifan lokal yang harus dijaga.

Sementara itu, bagi peserta didik kelas VIII, rute kunjungan didesain khusus untuk memperkuat budaya gemar membaca, riset sederhana, serta literasi teknologi-geografis. Destinasi pertama yang dituju oleh rombongan kelas VIII adalah Pustaka Wilayah Aceh yang berada di kawasan Darussalam. Di pusat literasi ini, para siswa dipandu untuk mengeksplorasi berbagai sumber bacaan dan menyelesaikan tugas pengamatan objek pustaka pada LKPD mereka. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Situs Kapal PLTD Apung di Punge Blang Cut untuk mempelajari bukti sejarah monumental pasca-tsunami.
Setelah menyelesaikan seluruh agenda di lokasi fokus masing-masing, kedua jenjang ini bergerak bersama menuju titik akhir perjalanan di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue untuk melakukan observasi geografis pesisir pantai sekaligus menutup rangkaian petualangan ilmiah mereka.
Sepanjang pelaksanaan kegiatan dari pagi hingga sore hari, seluruh rangkaian acara berlangsung dengan baik, tertib, dan kondusif. Para siswa terlihat sangat antusias mewawancarai petugas, membaca referensi, mencatat informasi penting, dan berdiskusi kelompok demi menyelesaikan pengisian LKPD mereka tepat waktu. Kedisiplinan yang ditunjukkan oleh anak-anak mencerminkan keberhasilan pembentukan adab dan akhlak mulia yang selama ini menjadi pilar utama pembinaan di madrasah.
Melalui kegiatan luar ruangan yang terintegrasi ini, MTsN 1 Aceh Besar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya unggul dalam pencapaian akademik formal di dalam kelas, melainkan juga aktif memfasilitasi ruang bagi siswa untuk bertumbuh seimbang dalam ilmu pengetahuan, kemandirian, dan penguatan karakter religius demi menyongsong masa depan yang bermartabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts