0 Comments

Sebagai salah satu langkah strategis dan nyata dalam menjaga kebugaran, vitalitas, serta produktivitas para tenaga pendidik, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Aceh Besar berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Indrapuri menyelenggarakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berkala. Kegiatan skrining kesehatan, deteksi dini, serta pemetaan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) ini dilaksanakan secara terpusat pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di lingkungan kampus madrasah setempat.

Program pelayanan kesehatan jemput bola ini ditangani langsung secara profesional oleh Tim Medis dari Puskesmas Indrapuri. Tim bentukan puskesmas tersebut terdiri dari para tenaga kesehatan yang kompeten di bidangnya, yaitu Sukiati, A.Md.Keb., Desi Marlina, A.Md.Keb., Hendrayani, A.Md.Keb., dan Yuli Sartika Fitri, SKM. Kehadiran para petugas kesehatan di lingkungan madrasah disambut hangat oleh pihak pimpinan dan seluruh keluarga besar madrasah. Dewan guru serta tenaga kependidikan terlihat sangat antusias untuk memantau kondisi fisik mereka secara komprehensif di tengah padatnya aktivitas belajar mengajar menjelang akhir tahun pelajaran.

Dalam pelaksanaan program CKG tersebut, seluruh dewan guru dan staf tata usaha melewati serangkaian tahapan pemeriksaan klinis yang terstruktur. Proses pemeriksaan diawali dengan pengukuran antropometri dasar, yang meliputi penimbangan berat badan secara akurat, pengukuran tinggi badan, serta pengukuran lingkar perut. Data awal ini sangat penting digunakan oleh tim medis untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) guna mendeteksi gejala obesitas dini yang sering kali menjadi pemicu berbagai penyakit kronis.

Setelah melewati pengukuran fisik dasar, para guru diarahkan untuk mengikuti pemeriksaan tekanan darah (tensi) guna memantau fungsi kardiovaskular. Tidak hanya itu, tim medis juga melakukan pengambilan sampel darah kecil untuk mengecek Kadar Gula Darah Sewaktu (KGDS). Langkah klinis ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan dini dan skrining awal terhadap risiko penyakit silent killer seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) maupun diabetes melitus (kencing manis).

Sebagai puncak dari seluruh rangkaian layanan medis, kegiatan ini ditutup dengan sesi skrining masalah kesehatan secara menyeluruh dan ruang konsultasi privat. Melalui tahapan ini, para dewan guru diberikan kesempatan emas untuk berkonsultasi langsung dengan para nakes mengenai keluhan fisik yang kerap dirasakan selama mengajar. Tim dari Puskesmas Indrapuri pun dengan telaten memberikan edukasi preventif mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat, strategi manajemen stres profesi, serta pemenuhan asupan nutrisi yang seimbang guna menunjang performa mengajar sehari-hari agar tetap prima.

Secara keseluruhan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala bagi dewan guru ini berlangsung dengan sangat baik, tertib, dan kondusif dari awal hingga selesai. Melalui sinergi lintas sektor yang harmonis antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan ini, MTsN 1 Aceh Besar membuktikan komitmen jangka panjangnya dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman, dan tangguh. Tubuh guru yang sehat merupakan modal utama bagi madrasah untuk terus menyelenggarakan pelayanan pendidikan Islam yang bermutu tinggi, unggul, cerdas, dan bermartabat di Kabupaten Aceh Besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts